Saturday, June 10, 2017

Qualcomm Snapdragon 835




Qualcomm Snapdragon 835 merupakan chipset terbaik saat ini untuk perangkat mobile seperti smartphone Android. 
Bahkan baru-baru ini, chipset tersebut mulai diadopsi untuk perangkat laptop berbasis Windows 10 oleh sejumlah vendor seperti Asus, HP, dan Lenovo melalui kerja sama dengan Microsoft
.
Di pasaran saat ini memang belum terlalu banyak smartphone yang mengusung chipset tersebut. Setidaknya, menurut amatan kami, baru lima smartphone yang sudah menggunakan chipset Snapdragon 835.

LAYAR
Panel Super AMOLED, teknologi Infinity Display (terlihat hampir tanpa bezel,), Resolusi Quad HD+, kerapatan piksel 570 ppi untuk Galaxy S8 dan 529 ppi untuk Galaxy S8+, 5,8 inci untuk Galaxy S8+ dan 6,2 inci untuk Galaxy S8+. 

KAMERA

Depan8MP AF, bukaan lensa f1.7, ukuran piksel 1.22µm, ukuran sensor 1/3.6", wide angle

Belakang12MP, Dual Pixel PDAF, OIS (Optical Image Stabilization), bukaan lensa F1.7, ukuran piksel 1.4µm, ukuran sensor 1/2.55", 8x digital zoom, Pro mode, Panorama, Slow motion, Hyperlapse, Food mode, dukungan RAW file, video 4K dengan 30 fps, video pic

Depan BelakangVDIS (Video Digital Image Stabilization), HDR, efek bokeh, virtual shotmotion photo, filter, stickers, stamps, grid line, location tags, timer, quick launch, hingga voice control.

DAPUR PACU
Chipset Qualcomm Snapdragon 835, 4GB RAM (LPDDR4), 64GB ROM, MicroSD slot (dukungan hingga 256GB)

LAINNYA
Sertifikasi IP68, baterai 3.000mAh untuk Galaxy S8, baterai 3.500mAh untuk Galaxy S8+, pengisian daya cepat, sensor iris mata, sensor sidik jari, knox protection, secure folder, asisten virtual Bixby, USB Type C, Android 7.0 (Nougat), NFC, Wi-Fi, Bluetooth


Friday, June 9, 2017

Ternyata DRONE Bisa Di Gunakan SKYDIVING


Taukah anda tentang Drone?, ternyata DRONE tidak hanya sekedar untuk melihat alam dari udara menggunakan sebuah Gopro atau sejenisnya ternyata Drone ini bisa mengangkat manusia mencapai ketinggian 1.082 Kaki (330 Meter) contohnya seperti SKYDIVING yang merupakan salah satu olah raga cabang ekstrime.

Setelah mencapai ketinggian tersebut Augstkalns melompat dengan parasut ke darat. Aerones adalah pembuat drone yang dapat berfungsi untuk kendaraan tak berawak pada misi penyelamatan. ”Di masa depan, teknologi kami akan menyelamatkan banyak nyawa manusia, akan membantu memadamkan api, menjalankan tantangan berat lain dan kerja penting,” ungkap Janis Putrams seperti dilansir DailyMail . Pria yang menjabat sebagai kepala teknisi di Aerones dan pilot drone ini juga mengatakan, proyek ini dapat dimanfaatkan untuk pertahanan sipil dan keperluan olahraga. Perusahaan drone Aerones berusaha mengembangkan alat ini pada kemampuan daya angkutnya dan dapat digunakan untuk operasi rahasia di wilayah terisolasi. 

Persiapan untuk melakukan lompatan menegangkan ini membutuhkan waktu 6 bulan. Selama proses persiapan, tim meningkatkan kemampuan beban angkut drone hingga 200 kg. Tim teknisi Aerones juga menjalankan beberapa uji coba, termasuk terbang membawa Augstkalns di atas Sungai Daugava. Drone dengan kemampuan super ini berukuran 10 meter dan memiliki bobot 70 kg. Drone juga dilengkapi 16 rotor. Dalam uji coba, drone diterbangkan dari permukaan air menuju puncak menara telekomunikasi setinggi 120 meter. 

Setibanya di puncak menara, Augstkalns yang telah menanti sejak awal langsung memegang besi panjang yang menjadi tempat untuk bergantung. Kemudian drone bersama Augstkalns melanjutkan penerbangannya. Saat mencapai ketinggian 330 meter, dia melepaskan genggamannya dan melayang di udara satu detik, lantas dia membuka parasutnya. ”Emosinya sungguh luar biasa. Perasaan kedua, betapa mudah dan cepatnya drone mengangkat saya. Aerones membuktikan diri dalam inovasi teknologi,” ungkap Augstkalns seperti dilansir DailyMail . ”Sudah jelas bahwa kita akan mengalami peningkatan pentingnya menggunakan drone dalam kehidupan sehari-hari. Tentu para rekan sesama skydivers di seluruh dunia akan bersemangat menyambut kesempatan ini,” tambahnya.
Drone yang sama digunakan pada Januari untuk menarik snowboarder dengan kecepatan tinggi melintas Danau Latvia yang membeku. Pria yang berdiri di atas papan seluncur salju diikatkan dengan tali yang terhubung ke drone jenis quadcopter . Drone Aerones yang punya kemampuan super ini dibanderol seharga USD37.000 (Rp492 juta). Hingga kini waktu terbang dengan menggunakan baterai masih terbatas hingga 10 menit. 

Secara teori drone ini memiliki kecepatan sekitar 150 km/jam. Namun mengendalikan drone memiliki kesulitan tersendiri pada kecepatan itu. Jadi drone hanya dibatasi pada kecepatan 60 km/jam demi keamanan.

Wednesday, June 7, 2017

Windows 10 - Performa Snapdragon 835



Microsoft telah menggandeng tiga perusahaan untuk produksi laptop bersistem operasi Windows 10 dengan chipset Qualcomm Snapdragon 835 yakni Asus, HP, dan Lenovo.
Berkat penggunaan Snapdragon 835, circuit board di laptop ini menjadi jauh lebih ringkas ketimbang kompetitornya, sehingga tersedia lebih banyak ruang. Maka itu, Asus, HP, dan Lenovo--atau perusahaan lainnya yang akan bergabung--dapat mengisi ruang itu untuk komponen lain semisal baterai.
Sekilas soal spesifikasi, perangkat ini akan mendapat dukungan CPU Kryo 280, GPU Adreno 540, dan DSP Hexagon 682.
"Kalau untuk RAM, tergantung (kebijakan perusahaan) sih," kata Andrew Westfall, product marketing manager di Qualcomm, beberapa waktu lalu saat sesi demonstrasi di Computex 2017.

Lantas, dengan spesifikasi tersebut, setangguh apakah perangkat ini?
Selama sesi demonstrasi, perangkat ini mampu menjalankan Windows 10 sama seperti perangkat dengan chipset Intel. Ia juga mampu mengelolamultitasking beberapa program sekaligus seperti Microsoft Excel, Power Point, Word, dan video streaming di YouTube via Chrome.

Namun Qualcomm menegaskan, perangkat ini tentunya tidak cocok bagi mereka yang mengharapkan kemampuan untuk memainkan gim dengan grafis high-end.

"Perangkat ini paling bisa memainkan casual gaming, jadi tidak cocok untuk hardcore gaming dengan high end graphic. Lagi pula, kami bukan sedang merevolusi performa darihigh end laptop menjadi mobile laptop," kata Andrew menegaskan.
Lebih lanjut ia mengatakan, kebanyakan orang yang saat ini memerlukan connected device, hanya membuka program olah kata, browsing, dan sebagainya, tetapi di sisi lain pengalaman mereka tidak maksimal. "Inilah yang kami coba siasati," jelas Andrew.

Di samping itu, berbekal modem X14 LTE di Snapdragon 835, pengguna perangkat ini diharapkan akan merasakan kecepatan koneksi internet hingga 1Gbps. "Kecepatan ini tiga sampai tujuh kali lebih cepat daripada kecepatan rata-rata pita lebar di AS," kata Don McGuire VP of Global Product, Qualcomm.
Terbukti, untuk download file berukuran hampir dua gigabyte, perangkat ini cuma perlu sekitar 30 detik. Saat sesi demo berlangsung, Qualcomm sudah melakukan modifikasi jaringan internet yang kecepatannya setara dengan kecepatan Gigabit.

Prediksi Aksi Kejahatan Menggunakan Drone



Kepolisian Prefektur Kyoto, Jepang dilaporkan telah menggunakan piranti teranyar untuk memprediksi aksi kejahatan. Sistem bernama Predictive Crime Defense System (Yosokugata Hanzai Bogyo System) ini merupakan software yang dapat memperkirakan lokasi dan waktu sebuah aksi kejahatan akan dilakukan.
Dikutip dari Next Shark, Jumat (24/3/2017), petugas kepolisian hanya perlu memasukkan data berupa waktu dan wilayah yang sudah ditandai oleh pihak kepolisian dengan warna berbeda. Warna yang lebih gelap menandakan wilayah tersebut memiliki risiko kejahatan tertinggi

Cara kerja sistem ini sebenarnya memanfaatkan perhitungan berdasarkan riwayat aksi kejahatan di tiap daerah, lalu mencarinya dengan tren kejahatan berdasarkan data terkini.
Dengan laporan ini, petugas kepolisian data mengatur waktu patrolinya, termasuk memonitor secara khusus wilayah-wilayah mana yang memiliki risiko kejahatan tertinggi.

Sistem baru ini diadopsi kepolisian Prefektur Kyoto sejak awal tahun dan mulai dimanfaatkan oleh petugas lapangan. Petugas dengan mobil patrol juga dapat memonitor wilayah dengan kemungkinan tindakan asusila tertinggi dapat terjadi. Aksi pencurian juga diharapkan dapat dikurangi di wilayah-wilayah yang dianggap paling berpotensi.

Sistem semacam ini bukan kali pertama digunakan oleh kepolisian. Sebelumnya, kepolisian di Santa Cruz sudah menerapkan sistem tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Program ini ternyata berhasil mengurangi aksi kejahatan hingga 20 persen.

Rencananya, sistem ini akan diterapkan secara nasional dalam beberapa bulan mendatang. Kendati demikian, kepolisian negeri Matahari terbit itu tak terlalu mengandalkan sistem tersebut. Petugas polisi tetap diinstruksikan untuk melakukan tindakan sesuai dengan kebijaksaan dan situasi di lapangan.